Manajemen Pendidikan Tinggi

Kamis, 29 Januari 2009

MANAJEMEN PERUBAHAN PENDIDIKAN TINGGI

Pendahuluan

Tuntutan perubahan terjadi pada berbagai bidang kehidupan, termasuk perubahan pendidikan tinggi. Sumber utama pemicu perubahan pada dasarnya berasal faktor internal dan eksternal suatu organisasi. Secara rinci Drucker (1985) menyebutkan beberapa sumber pembaruan suatu organisasi dapat berasal dari : the unexpected, the incongruity, innovation based on process need, changes in industry structure or market structure, demographics, changes in perception mood and meening, and new knowledge.[1] Dari sumber utama tuntutan pembaruan organisasi menurut Drucker tersebut, maka sumber perubahan lembaga pendidikan tinggi dapat berasal dari kondisi yang tidak diharapkan, munculnya ketidakwajaran, inovasi yang berdasarkan kebutuhan proses, perubahan struktur industri atau struktur pasar, demografi, perubahan persepsi, suasana dan makna serta pengetahuan baru.

Menurut Hussey, faktor pendorong terjadinya perubahan adalah perubahan teknologi yang terus meningkat, persaingan semakin intensif dan menjadi lebih global, pelanggan semakin banyak tuntutan, profil demografis negara berubah, privatisasi bisnis milik masyarakat berlanjut dan stakeholders minta lebih banyak nilai.[2] Sedangkan Kreitner dan Kinicki, menyebutkan kebutuhan akan perubahan dipengaruhi oleh kekuatan eksternal yang mencakup demographics characteristics, technological advancements, market changes, social and political pressures dan kekuatan internal yang meliputi human resources problems/prospects, managerial behavior/decisions.[3]

Dari sumber terjadinya perubahan organisasi sebagaimana dikatakan oleh Drucker, tuntutan perubahan baik dari faktor internal dan ekesternal organisasi sebagaimana dikatakan oleh Kreitner dan Kinicki, dan dorongan perubahan yang diungkapkan oleh Hussey, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka, maka lembaga pendidikan tinggi harus mengadakan perubahan sebagaimana dorongan dan tuntutan perubahan tersebut.

Pengertian Manajemen Perubahan

Manajemen sebagaimana dirumuskan oleh Jones et. al adalah The Planning, organizing, leading and controlling of resources to achieve organizational goals effectively and efeciently.[4] Pengertian manajemen yang dirumuskan oleh Jones dan kawan-kawannya adalah pengertian manajemen yang lazim digunakan dan disepakatioleh sebagian besar tokoh manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan penggunaan sumber daya dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Hal senada dengan menambahkan decision making Dubrin memberikan pengertian manajemen suatu proses mnggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui fungsi planning, and decision making, organizing, leading and controlling.[5] Nada yang berbeda, definisi manajemen diungkapkan oleh Robbin yaitu sebagai suatu proses untuk membuat aktivitas terselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain.[6]

Perubahan pada dasarnya melakukan segala sesuatu secara berbeda. Jeff Davidson menjelaskan bahwa perubahan merujuk pada sebuah terjadinya sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya. Perubahan bisa juga bermakna melakukan hal-hal dengan cara baru, mengikuti jalur baru, mengadopsi teknologi baru, memasang sistem baru, mengikuti prosedur-prosedur manajemen baru, penggabungan (merging), melakukan reorganisasi, atau terjadinya peristiwa yang bersifat mengganggu (disruptive) yang sangat signifikan.[7]. Rumusan perubahan yang diungkapkan oleh Davidson tersebut, bahwa perubahan organisasi termasuk lembaga pendidikan tinggi bisa terjadi di berbagai aspek kehidupan organisasi. Potts dan LaMarsh melihat bahwa perubahan merupakan pergeseran dari keadaan sekarang suatu organisasi menuju keadaan yang diinginkan di masa depan. Perubahan dari keadaan sekarang tersebut dilihat dari sudut struktur, proses, orang dan budaya.[8] Perubahan lembaga menurut Potts dan LaMarsh dibatasi pada aspek struktur organisasi, proses, orang dan budaya organisasi.

Setelah dijelaskan pengertian manajemen dan perubahan, selanjutnya dirumuskan pengertian manajemen perubahan. Manajemen perubahan sebagaimana diungkapkan oleh Potts dan LaMarsh dan dianut Wibowo adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.[9]

Pembatasan dan Perumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas pada tulisan ini dibatasi perubahan struktur organisasi pendidikan tinggi, perubahan proses layanan dalam pendidikan tinggi, perubahan orang-orang dalam memberikan layanan dan perubahan organisasi pendidikan tinggi.

Dari batasan masalah tersebut di atas, maka masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah seharusnya perubahan struktur organisasi lembaga pendidikan tinggi dalam memenuhi tuntutan perubahan pelanggannya?
  2. Bagaimanakah seharusnya perubahan proses layanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendidikan tinggi kepada pelanggannya?
  3. Bagaimanakah seharusnya perubahan orang-orang yang memberikan layanan pendidikan tinggi dalam memenuhi perubahan tuntutan pelanggannya?
  4. Bagaimanakah seharusnya budaya organisasi/lembaga pendidikan tinggi agar dapat memenuhi tuntutan perubahan pelanggannya?


[*] Lektor Kepala/Ketua Program Studi Supervisi Pendidikan/Dosen Tetap Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



[1] Sudarman Danim, Visi Baru Manajemen, Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik, Jakarta : Bumi Aksara, 2006, hal. 39.

[2] Hussey, D.. E., How to Manage Organisational Change, London : Kogan Page limited., 2000, hal. 6.

[3] Kreitner, Robert and Angelo Kinicki, Organization Behavior, Singapore : McGraw-Hill, Inc., 2001, hal. 659.

[4] Jones, Gareth R., et. al, Contemporary Management, Second Edition, United States of America : The MCGraw-Hill Companies, Inc., 2000, hal. 5.

[5] Dubrin, Andrew J., Essensials of Management, Ohio : South-Western Publishing Co., 1990, hal. 5.

[6] Robbins, Stephen P., Organization Behavior, New Jersey : Prentice Hall Intrnational Inc., 2003, hal. 6.

[7] Davidson, Jeff, Change Management, The Complete Ideal’s Duides, Jakarta : Prenada, 2005, hal. 3.

[8] Potts, Rebecca and LaMarsh, Jeanne, Managing for Success, London : Duncan Baird Publishers, 2004, hal. 36.

[9] Wibowo, Managing Change, Pengantar Manajemen Perubahan, Pemahaman Tentang Mengelola Perubahan dalam Manajemen, Bandung : LFABETA, 2006, hal. 37.

Oleh : Drs. H. Nurochim, MM[*]

Pendahuluan

Tuntutan perubahan terjadi pada berbagai bidang kehidupan, termasuk perubahan pendidikan tinggi. Sumber utama pemicu perubahan pada dasarnya berasal faktor internal dan eksternal suatu organisasi. Secara rinci Drucker (1985) menyebutkan beberapa sumber pembaruan suatu organisasi dapat berasal dari : the unexpected, the incongruity, innovation based on process need, changes in industry structure or market structure, demographics, changes in perception mood and meening, and new knowledge.[1] Dari sumber utama tuntutan pembaruan organisasi menurut Drucker tersebut, maka sumber perubahan lembaga pendidikan tinggi dapat berasal dari kondisi yang tidak diharapkan, munculnya ketidakwajaran, inovasi yang berdasarkan kebutuhan proses, perubahan struktur industri atau struktur pasar, demografi, perubahan persepsi, suasana dan makna serta pengetahuan baru.

Menurut Hussey, faktor pendorong terjadinya perubahan adalah perubahan teknologi yang terus meningkat, persaingan semakin intensif dan menjadi lebih global, pelanggan semakin banyak tuntutan, profil demografis negara berubah, privatisasi bisnis milik masyarakat berlanjut dan stakeholders minta lebih banyak nilai.[2] Sedangkan Kreitner dan Kinicki, menyebutkan kebutuhan akan perubahan dipengaruhi oleh kekuatan eksternal yang mencakup demographics characteristics, technological advancements, market changes, social and political pressures dan kekuatan internal yang meliputi human resources problems/prospects, managerial behavior/decisions.[3]

Dari sumber terjadinya perubahan organisasi sebagaimana dikatakan oleh Drucker, tuntutan perubahan baik dari faktor internal dan ekesternal organisasi sebagaimana dikatakan oleh Kreitner dan Kinicki, dan dorongan perubahan yang diungkapkan oleh Hussey, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka, maka lembaga pendidikan tinggi harus mengadakan perubahan sebagaimana dorongan dan tuntutan perubahan tersebut.

Pengertian Manajemen Perubahan

Manajemen sebagaimana dirumuskan oleh Jones et. al adalah The Planning, organizing, leading and controlling of resources to achieve organizational goals effectively and efeciently.[4] Pengertian manajemen yang dirumuskan oleh Jones dan kawan-kawannya adalah pengertian manajemen yang lazim digunakan dan disepakatioleh sebagian besar tokoh manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan penggunaan sumber daya dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Hal senada dengan menambahkan decision making Dubrin memberikan pengertian manajemen suatu proses mnggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui fungsi planning, and decision making, organizing, leading and controlling.[5] Nada yang berbeda, definisi manajemen diungkapkan oleh Robbin yaitu sebagai suatu proses untuk membuat aktivitas terselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain.[6]

Perubahan pada dasarnya melakukan segala sesuatu secara berbeda. Jeff Davidson menjelaskan bahwa perubahan merujuk pada sebuah terjadinya sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya. Perubahan bisa juga bermakna melakukan hal-hal dengan cara baru, mengikuti jalur baru, mengadopsi teknologi baru, memasang sistem baru, mengikuti prosedur-prosedur manajemen baru, penggabungan (merging), melakukan reorganisasi, atau terjadinya peristiwa yang bersifat mengganggu (disruptive) yang sangat signifikan.[7]. Rumusan perubahan yang diungkapkan oleh Davidson tersebut, bahwa perubahan organisasi termasuk lembaga pendidikan tinggi bisa terjadi di berbagai aspek kehidupan organisasi. Potts dan LaMarsh melihat bahwa perubahan merupakan pergeseran dari keadaan sekarang suatu organisasi menuju keadaan yang diinginkan di masa depan. Perubahan dari keadaan sekarang tersebut dilihat dari sudut struktur, proses, orang dan budaya.[8] Perubahan lembaga menurut Potts dan LaMarsh dibatasi pada aspek struktur organisasi, proses, orang dan budaya organisasi.

Setelah dijelaskan pengertian manajemen dan perubahan, selanjutnya dirumuskan pengertian manajemen perubahan. Manajemen perubahan sebagaimana diungkapkan oleh Potts dan LaMarsh dan dianut Wibowo adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.[9]

Pembatasan dan Perumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas pada tulisan ini dibatasi perubahan struktur organisasi pendidikan tinggi, perubahan proses layanan dalam pendidikan tinggi, perubahan orang-orang dalam memberikan layanan dan perubahan organisasi pendidikan tinggi.

Dari batasan masalah tersebut di atas, maka masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah seharusnya perubahan struktur organisasi lembaga pendidikan tinggi dalam memenuhi tuntutan perubahan pelanggannya?
  2. Bagaimanakah seharusnya perubahan proses layanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendidikan tinggi kepada pelanggannya?
  3. Bagaimanakah seharusnya perubahan orang-orang yang memberikan layanan pendidikan tinggi dalam memenuhi perubahan tuntutan pelanggannya?
  4. Bagaimanakah seharusnya budaya organisasi/lembaga pendidikan tinggi agar dapat memenuhi tuntutan perubahan pelanggannya?


[*] Lektor Kepala/Ketua Program Studi Supervisi Pendidikan/Dosen Tetap Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



[1] Sudarman Danim, Visi Baru Manajemen, Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik, Jakarta : Bumi Aksara, 2006, hal. 39.

[2] Hussey, D.. E., How to Manage Organisational Change, London : Kogan Page limited., 2000, hal. 6.

[3] Kreitner, Robert and Angelo Kinicki, Organization Behavior, Singapore : McGraw-Hill, Inc., 2001, hal. 659.

[4] Jones, Gareth R., et. al, Contemporary Management, Second Edition, United States of America : The MCGraw-Hill Companies, Inc., 2000, hal. 5.

[5] Dubrin, Andrew J., Essensials of Management, Ohio : South-Western Publishing Co., 1990, hal. 5.

[6] Robbins, Stephen P., Organization Behavior, New Jersey : Prentice Hall Intrnational Inc., 2003, hal. 6.

[7] Davidson, Jeff, Change Management, The Complete Ideal’s Duides, Jakarta : Prenada, 2005, hal. 3.

[8] Potts, Rebecca and LaMarsh, Jeanne, Managing for Success, London : Duncan Baird Publishers, 2004, hal. 36.

[9] Wibowo, Managing Change, Pengantar Manajemen Perubahan, Pemahaman Tentang Mengelola Perubahan dalam Manajemen, Bandung : LFABETA, 2006, hal. 37.

Label:

posted by Bowo Dwinantyo, S. Pd, M.MPd at 06.35

0 Comments:

Poskan Komentar

<< Home